Kamis, 20 Desember 2018

Pertemuan Terakhir "Projek Multimedia Fauna"

Setelah mendapatkan kerangka, konsep, dan ide ide yang lain tentang fauna. Setelah yakin dengan skema yang kami buat, kami pun langsung membuat digitalnya. Kami mengembangkan ide ide kami, dengan illustrasi didalam suatu projek itu. Kami membuat bumi yang nampak berputar, lalu membuat garis wallace dan garis waber, yang berdampingan. Lalu kami pun, membuat sedikit penjelasan di dalam motion grafisnya. Banyak diantara mereka yang tidak mengerti apa itu garis wallace, dan garis waber. Jadi, kami sepakat membuat penjelasannya pula. Digaris garis tersebut, ada beberapa tipe yang ternyata terdapat wilayah fauna. Kami pun, menjelaskan ada apa saja jenis fauna yang ada diwilayah tersebut di dalam motion grafisnya. Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam membuat motion grafis ini. Kami membuatnya dengan penuh semangat untuk mendapatkan hasil yang baik dan berguna. Setelah selesai membuatnya, kami siap untuk melakukan presentasi di hadapan dosen kami, dan saat presentasi. Kami pun mendapatkan banyak revisi untuk motion grafisnya. Kami tidak menambahkan illustrasi hewan didalamnya, sehingga nampak sangat sepi dan kurang menarik. Karena illustrasi yang kami buat di motion grafis itu, hanya bumi yang berputar. Setelah itu, kami pun akan memperbaikinya sebagus mungkin. Dan motion grafis kami, tentunya sudah kami upload di youtube. Jadi, untuk kalian yang benar benar ingin mempelajari tentang wilayah fauna di Indonesia. Tentu saja, motion grafis kami dapat membantu anda.

Pertemuan Kedua "Projek Multimedia Fauna"

Proses pembuatan motion grafis dari tanggal 22-29 November 2018. Ketika kami sudah membuat kerangkanya,kami menemukan konsepnya, kami mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang persebaran fauna yang ada di Indonesia. Ternyata wilayah fauna yang ada di Indonesia terbagi menjadi tiga tipe bagian yaitu, tipe barat (asiatis), tipe tengah (peralihan), dan tipe timur (australis). Tipe tipe tersebut dipisahkan dengan garis wallace dan garis waber, garis wallace memisahkan antara tipe barat (asiatis) dengan tipe tengah (peralihan) sedangkan garis waber memisahkan antara tipe tengah (peralihan) debgan tipe timur (australis). Selanjutnya kami akan menjutnya kami akan menjelaskan ciri-ciri serta contoh-contoh hewan yang tersebar di dalam tipe tipe tersebut. 1. Tipe barat (asiatis) Ciri-ciri - persebarannya meliputi; Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan - banyak mamalia besar - banyak ditemukan beragam jenis kera - banyak jenis ikan air tawar - tidak ada hewan berkantung - hanya terdapat sedikit burung yang bercorak Contoh hewan - harimau - tapir - badak - banteng - gajah 2. Tipe tengah (peralihan) - dibatasi dengan garis wallace - persebarannya meliputi; Pulau Sulawesi, Kep. Nusa Tenggara - memiliki 5 fauna khas 1. Anoa 2. Komodo 3. Babirusa 4. Maleo 5. Tarsius 3. Tipe timur (australis) - Persebarannya meliputi; Papua dan Kep. Maluku - ditemukan hewan berkantung - banyak ditemukan burung yang bercorak - tidak ditemukan jenis kera - tidak ditemukan hewan mamalia besar - sedikit ditemukan jenis ikan air tawar Contoh hewan 1. Kangguru 2. Walabi 3. Cendrawasi 4. Nuri 5. Kakatua Sebelum membuatnya menjadi digital kami membuat skemanya terlebih dahulu melalui kertas Dan menggambar apa yang akan kita buat nantinya.

Pertemuan pertama "Projek Multimedia Fauna"

Saya akan menceritakan tentang proses pembuatan tugas kelompok ujian akhir semester 1 mata kuliah pengantar teknologi informasi komunikasi pada hari Kamis, 15 November lalu kami mendapatkan tugas untuk membuat video grafis dengan tema bebas secara berkelompok. Kelompok Saya terdiri dari Anisyah Rahmawati, Akbar Bintang, M. Albi Agati, Nindy Nur'Alita, M. Jalaludin Akbar, dan Jonathan Sebastian. Pada hari itu kami mulai memikirkan tema yang cocok untuk dijadikan motion grafis. Ini merupakan beberapa pemikiran tentang tema yang akan kita buat: 1. Makanan khas daerah yang ada di Indonesia 2. Pakaian adat khas daerah yang ada di Indonesia 3. Wilayah fauna yang ada di Indonesia Saya dan teman teman sudah memutuskan untuk membuat motion grafis dengan tema wilayah fauna yang ada di Indonesia. Wilayah fauna yang ada di Indonesia terbagi menjadi tiga bagian yaitu tipe barat (asiatis), tipe tengah (peralihan), tipe timur (australis). Dan dibatasi dengan garis wallace dan weber. Lalu, kami pun membuat kerangkanya terlebih dahulu, sebelum melakukan pekerjaan. Selain itu pun, kami benar benar berfikir bagaimana cara menyampaikan informasi dengan tepat, agar yang melihatnya paham dengan motion grafisnya. Kami saling bertukar ide, untuk membuat motion grafisnya.

Sabtu, 01 Desember 2018

Singkat Cerita tentang Bangkat Tikus yang malang

Bangkai adalah hewan yang telah mati dan membusuk karena terdapat bakteri yang mengerogoti tubuh si hewan. Sehingga hewan itu dapat membusuk. Bangkai hewan yang sering saya jumpai adalah bangkai tikus. Bangkai tikus sering saya jumpai di sekitar jalan dan saluran air atau got. Tikus sering sekali berkeliaran diberbagai tempat. Populasi tikus sangatlah banyak. Tikus lebih sering singah dutempat tempat kotor. Sehingga banyak sekali tikus yang mati karna tertabrak oleh lalu lalang mobil dan motor yang melaju dijalanan. Ketika saya sedang berjalan dengan mengendarai sepeda motor. Saya selalu melihat bangkai tikus yang mati terlindas oleh beberapa kendaraan. Tikus itu terlihat sangat menyedihkan. Bagian dalam tubuhnya keluar berantakan dan terpisah pisah. Darah tikus itu mengalir disepanjang jalan dengan tubuh yang terpisah pisah, sehingga membuat orang yang melihatnya merasa sangat jijik dan mengelikan. Sebagian orang yang melintas di jalanan tersebut, menghindari bangkai tikus yang terdapat dijalanab tersebut yang terlihat tidak berbentuk utuh kembali seperti seekor tikus semestinya. Tetapi sebagian orang enggan melindasnya karena mungkin tidak terlihat saat malam hari. Ketika saya melintasi jalanan pada malam hari, saya melihat sosok tikus mati di tengah jalan dengan bau yang sangat menyengat dengan badan yang sudah hancur. Matanya keluar ketika dilindas lalu lalang motor, tubuhnya terbelah hingga membuatnya terpisah pisah, dengan darah yang mengalir di sepanjang jalan. Bagian organ tubuhnya keluar, sehingga tampak jelas terdapat tulang menulang yang hampir rapuh. Sepertinya tikus ini telah mati terlindas beberapa hari yang lalu. Membuat tubuhnys di kelilingin oleh lalat lalat dan serangga serangga yang enggan mencari makan. Orang orang tidak perduli dengan nasib si tikus yang terlindas lindas. Bahkan banyak dari sebagian orang membiarkan bangkai tikus tersebut membusuk di jalan itu. Tidak banyak orang yang terjatuh karena menghindari bangkai tikus tersebut. Dan membuat jalanan itu rawan kecelakaan. Karena dibiarkan membusuk dijalan, sehingga membuatnya menjadi rata dengan aspal karena terlindas lindas oleh kendaraan kendaraan yang berjalan di sekitar jalanan tersebut. Hingga beberapa bulan, bangkai itu sudah hilang. Semakin banyak tikus yang mati, maka populasi tikus pun akan berkurang semestinya. Dan rantai makan serta ekosistem makanan menjadi berantakan ketika salah satu dari rantai makanan tersebut punah atau populasi menurun. Selain menjadi bangkai yang sangat menjijikan, beberapa orang menjadikan daging tikus sebagai olahan makanan untuk usahanya. Banyak orang yang tidak mengetahui olahan makanan atau daging yang dia makan. Setiap orang akan tertipu dengan kelezatan makanan atau daging yang dia makan. Sebagian orang sangat jijik dengan tikus apalagi ketika tikus itu sudah menjadi bangkai. Tikus itu dikenal karena dia kotor dan memiliki banyak bakteri. Bukan merasa iba ketika melihat seekor tikus mati melainkan mual dan jijik saat melihatnya. Tidak hanya dijalanan, banyak tikus yang mati di saluran air atau selokan. Sehingga tikus itu menjadi bangkai, membusuk dan membengkak. Dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

5 Gerakan Peregangan Sederhana Selama WFH

1. Peregangan Otot Dada ( Pec Stretch ) Peregangan  pec  bermanfaat untuk membantu melepaskan otot-otot dada yang tegang terutama otot y...