Cerita dimana tentang semua yang aku dapat dari berbagai pengalaman yang ada. Seperti travel, eat, makeup, story dll. So enjoy..
Sabtu, 30 Mei 2020
Musyawarah Jakarta
Musyawarah sebagai upaya bersama untuk menyelesaikan permasalahan dan persoalan di dalam masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), musyawarah merupakan pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah, perundingan, perembukan musyawarah. Dengan musyawarah untuk mencapai mufakat atau persetujuan bersama. Musyawarah merupakan bagian dari demokrasi dan masih sering dipakai di lingkungan masyarakat. Saat ini musyawarah sering dikaitkan dengan dunia politik. Pada demokrasi Pancasila di Indonesia penentuan hasil dilakukan denga cara musyawarah mufakat. Apabila belum keputusan, biasanya akan dilaksnakan voting atau pemungutan suara.
Saat ini musyawarah selalu dikait-kaitkan dengan dunia politik, demokrasi. Bahkan hal tersebut tidak dapat dipisahkan , pada prinsipnya musyawarah adalah bagian dari demokrasi, dalam demokrasi pancasila penentuan hasil dilakukan dengan cara musyawarah mufakat dan jika terjadi kebuntuan yang berkepanjangan barulah dilakukan pemungutan suara, jadi demokrasi tidaklah sama dengan votting.Cara votting cenderung dipilih oleh sebagian besar negara demokrasi karena lebih praktis, menghemat waktu dan lebih simpel daripada musyawarah yang berbelit-belit itulah sebabnya votting cenderung identik dengan demokrasi padahal votting sebenarnya adalah salah satu cara dalam mekanisme penentuan pendapat dalam sistem demokrasi.
Ada berbagai macam Musyawarah yang bisa kita ketahui :
1. Musyawarah dalam keseharian
2. Musyawarah dalam politik
3. Musyawarah dan komunikasi
4. Musyawarah daring
PKL (orang di sekitar kita)
PKL bukan pedagang kemarin sore. Kehadiran mereka di Jakarta bisa dirunut hingga ke zaman Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles (1811-1816). Saat itu, Raffles memerintahkan beberapa pemilik gedung di jalanan utama Batavia untuk menyediakan trotoar selebar lima kaki (five foot way) untuk pejalan kaki.
Menurut William Liddle dalam “Pedagang yang Berkaki Lima”, termuat 111 Kolom Bahasa Kompas, saat bertugas di Singapura pada 1819, Raffles kembali menerapkan kebijakan ini di Chinatown.
Lantas terjadi kesalahan penerjemahan istilah five foot ke bahasa Melayu. “Five foot rupanya disalahmaknakan sebagai kata majemuk. Dalam menerjemahkannya ke dalam bahasa Melayu, orang membalikkan hukum MD (menerangkan-diterangkan) Inggris menjadi hukum DM (diterangkan-menerangkan) Melayu, sehingga terjemahannya bukan lima kaki, melainkan kaki lima,” tulis Mayapada, 15 Desember 1967.
Meski dibuat untuk pejalan kaki, ruang itu justru ditempati para pedagang sehingga orang menyebut mereka pedagang kaki lima. “Istilah ini menjalar ke Medan. Dari Medan sampai di Jakarta dan menyebar ke kota-kota di Indonesia,” tulis Mayapada.
Dagangan mereka antara lain barang kelontong, obat-obatan, buku-buku, dan mainan anak. Pedagang makanan dengan gerobak atau pikulan tak termasuk kategori ini. Mereka masuk kategori dagang rakyat.
PKL di Batavia pada akhir abad ke-19, seperti digambarkan Susan Blackburn dalam Jakarta Sejarah 400 Tahun, biasa berteriak untuk menarik pembeli. Tapi pemerintah kota tak menyukai kehadiran mereka. Mereka diusir dari jalan. Tindakan ini menuai protes dari sejumlah bumiputera yang duduk di Dewan Kota (gemeente raad). Salah satunya Abdoel Moeis.
“Para pedagang diusir dari pinggir jalan karena di tempat tersebut tinggal banyak orang Belanda yang tidak mau melihat para pedagang kaki lima kotor itu,” protes Moeis dalam sidang Dewan Kota pada 1918, dikutip Susan Blackburn.
Meski tak diketahui pasti, Susan memperkirakan jumlah PKL meningkat pada 1934 sebagai buntut dari masa depresi yang melanda dunia pada 1930-an. Jumlah mereka terus meningkat setelah kemerdekaan. Bahkan Dewan Perwakilan Kota Sementara (DPKS) menyebut mereka sebagai salah satu sumber utama konflik penduduk di Jakarta pada dekade 1950-an. Selain itu, DPKS menilai bahwa PKL menganggu keteraturan kota. Maka DPKS berusaha mencarikan mereka tempat berdagang yang memadai. Langkah ini gagal diterapkan karena kota kekurangan lahan untuk pasar.
Memasuki 1960-an, cap PKL kian buruk. Beberapa alasannya, menurut Mayapada 15 Januari 1968, PKL dianggap merusak keindahan kota, cara dagangnya primitif, dan bikin malu negara jika tamu asing datang. Tapi sebagian kalangan membela mereka. “Sebagian dari pedagang-pedagang kita baru mampu berkaki lima,” tulis Mayapada.
Gubernur Ali Sadikin berusaha bersikap tegas. Dia menindak para PKL yang membandel. Tapi Ali juga menyediakan lahan baru untuk mereka. Ini tertuang dalam Pengumuman Gubernur DKI Jakarta tanggal 27 Juli 1971 No Ib.1/1/11/1970.
Pada masa Gubernur Cokropranolo, PKL beroleh angin lantaran pengusiran agak berkurang. Sejak itu, jumlah PKL tak terkendali. Mereka terus memenuhi pinggiran jalan ibukota.
GUBERNUR JAKARTA (orang di sekitar kita)
Anies Baswedan lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969 dari pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah. Kedua orang tuanya adalah pendidik. Anies lahir dari keluarga terpelajar. Bapaknya Rasyid Baswedan pernah menjadi Wakil Rektor Universitas Islam Indonesia dan ibunya Aliyah adalah guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta.
Pada usia 5 tahun, Anies didaftarkan orang tuanya di taman kanak-kanak Masjid Syuhada, Yogyakarta. Setelah tamat, ia meneruskan di SD Laboratori, SMP Negeri 5, dan SMA Negeri 2. Semuanya di Kota Yogyakarta.
Di tengah-tengah menempuh pendidikan di SMA, ia mendapatkan beasiswa untuk mengenyam pendidikan satu tahun di Amerika. Akibatnya, kelulusannya di SMA Yogyakarta molor setahun. Dia baru lulus pada tahun 1989, seharusnya tahun 1988.
Setelah menyelesaikan SMA, dia masuk ke Fakultas Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Dia menyandang gelar sarjana ekonomi pada usia 26 tahun. Lulus dari sini, Anies langsung aktif di lembagai kajian ekonomi di almamaternya di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM.
Lagi-lagi Anies mendapatkan beasiswa untuk magister dan doktornya. Dia menempuh pendidikan S2 di University of Maryland, School of Public Policy, College Park, Amerika Serikat dan S3-nya di Northern Illinois University, Department of Political Science, Dekalb, Illinois, Amerika Serikat.
Dunia sekolah Anies, terbilang istimewa. Dia beberapa kali mendapatkan beasiswa untuk sekolah di luar negeri. Tidak hanya istimewa di pendidikan, tetapi di dunia aktivis pun Anies memiliki kisah menakjubkan sejak anak-anak
Dia mewujudkanya Gerakan Indonesia mengajar. Kegiatannya, mengirimkan anak-anak muda terbaik bangsa menjadi pengajar di Sekolah Dasar di daerah-daerah terpencil di pelosok Indonesia. Tidak hanya itu yang dilakukan Anies, dia juga menginisiasi kelas inspirasi dengan menggerakkan ribuan orang di berbagai kota untuk mengorganisir dan mengajar selama satu hari di Sekolah Dasar. Bahkan untuk menuntaskan janji kemerdekaan ini, dia mencoba terjun ke dunia politik dengan menjadi peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat.
Hasilnya tidak gemilang, namun bukan halangan bagi Anies Baswedan untuk menuntaskan janji kemerdekan. Dia bergerak dengan Menginisiasi Gerakan Turun Tangan. Dia mengajak semua orang terlibat mengurus negeri dengan menginisiasi Gerakan Turun Tangan membantu dan mendorong calon pemimpin muda berpotensi dan bersih.
Karier politiknya mulai terlihat saat dia terlibat turun tangan membantu pasangan capres Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan menjadi juru bicara pasangan tersebut. Pasca Pilpres, dia menjadi bagian tim transisi presiden terpilih. Cita-citanya tentang pendidikan mulai terwujud saat dia dipilih Jokowi menjadi Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Kabinet Kerja 2014-2019.
Namun, di tengah menjalani tugasnya, ia terkena reshuffle kabinet Jokowi pada 27 Juli 2016. Tak jadi menteri, Anies diminta Prabowo Subianto untuk maju bersama Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Hasilnya kemenangan. Pada 16 Oktober 2017, ia bersama Sandiaga Uno dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2020. (AK/DN)
PRESIDEN TERKINI (orang di sekitar kita)
Setelah terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, popularitas Jokowi melejit berkat rekam jejaknya yang baik dan pendekatannya yang membumi dan pragmatis, seperti yang ditunjukkan melalui program "blusukan" untuk memeriksa keadaan di lapangan secara langsung. Akibatnya, Jokowi merajai survei-survei calon presiden dan menyingkirkan kandidat lainnya, sehingga muncul wacana untuk menjadikannya calon presiden. Selama berbulan-bulan wacana tersebut menjadi tidak pasti karena pencalonan Jokowi di PDI-P harus disetujui oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dan ia menegaskan baru akan menentukan calon setelah pemilihan umum legislatif pada bulan April. Namun, pada tanggal 14 Maret 2014, Megawati akhirnya menulis langsung surat mandat kepada Jokowi untuk menjadi calon presiden, dan Jokowi mengumumkan bahwa ia bersedia dan siap melaksanakan mandat tersebut untuk maju sebagai calon presiden Republik Indonesia dalam pemilihan umum presiden Indonesia 2014. Selepas pengumuman ini, IHSG dan rupiah naik nilainya, yang dikaitkan dengan sentimen positif investor terhadap berita tersebut.
Pada tanggal 19 Mei 2014, Jokowi mengumumkan bahwa Jusuf Kalla akan menjadi calon wakil presidennya. Pencalonan tersebut didukung oleh koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura. Pada hari yang sama, Jokowi dan Jusuf Kalla secara resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum.
Setelah mendengar hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survei, Jokowi menyatakan kemenangan pada 9 Juli. Namun, lawannya, Prabowo Subianto juga menyatakan kemenangan, membingungkan warga Indonesia Pada 22 Juli, beberapa jam sebelum pengumuman hasil pilpres, Prabowo mengundurkan diri dari pilpres. KPU pun mengumumkan kemenangan Jokowi berjam-jam kemudian. KPU menyatakan Jokowi menang dengan 53,15% suara (70.997.859 pemilih), sementara Prabowo mendapatkan 46,85% (62.576.444 suara), meskipun kubu Prabowo membantah total ini.
Setelah kemenangannya, Jokowi menyatakan bahwa, tumbuh di bawah rezim Orde Baru yang otoriter dan korup, ia tidak pernah menyangka seseorang dengan latar belakang kelas bawah bisa menjadi presiden. The New York Times melaporkan dia mengatakan "sekarang, ini sangat mirip dengan Amerika, ya? Ada impian Amerika, dan di sini kita memiliki impian Indonesia". Jokowi adalah presiden Indonesia pertama yang tidak berasal dari militer atau elite politik, dan menurut komentator politik Salim Said, rakyat memandang Jokowi sebagai "seseorang yang merupakan tetangga kita, yang memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri sebagai presiden".
HISTORY OF JAKARTA
Pelabuhan Sunda Kelapa tanggal ke abad ke-12, saat ini melayani kerajaan Sunda Pajajaran dekat Bogor sekarang. Orang-orang Eropa pertama yang datang adalah Portugis, yang diberi izin oleh Kerajaan Hindu Pakuan Pajajaran untuk mendirikan sebuah kerajaan pada tahun 1522. Penguasaannya masih kuat di tangan lokal, dan pada tahun 1527 kota ini ditaklukkan oleh Pangeran Fatahillah, seorang pangeran Muslim dari Cirebon, yang berganti nama menjadi Jayakarta.
Namun, pada akhir abad ke-16, Belanda (yang dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen) telah diambil alih dari kota pelabuhan, dan benteng Inggris yang bersaing pada tahun 1619 mengamankan pegang mereka di pulau Jawa. Orang Belanda merobek pelabuhan Jayakarta tua selama penaklukan mereka dan membangun kembali kota tersebut dengan gaya perencanaan kota, benteng dan kanal belanda. Dengan nama Batavia, kota Belanda yang baru menjadi ibu kota Hindia Belanda dan dikenal sebagai Ratu Timur.
Selama masa-masa ini, kota ini berkembang sebagai pusat dari Perusahaan Perdagangan Hindia Belanda dan berkembang pesat, dan selama ini juga populasi China dan Eurasia tumbuh di dalam kota. Untuk menjaga ketertiban dan pengendalian, Belanda melarang penduduk asli Jawa untuk tinggal di dalam bagian kota yang berdinding sambil mendorong imigran China untuk menebarkan tiket masuk Ragunan kota berdinding komersial itu dengan kanalnya. Juga diketahui bahwa setelah penaklukan Belanda di Malaka, sejumlah besar orang Portugis yang layak dari Malaka ditangkap sebagai orangutan di Batavia dan mereka tinggal di daerah yang disebut "Kampung Tugu".
Batavia tua yang direncanakan dalam perencanaan dan kanal Belanda tidak berjalan dengan baik, sebenarnya kanal itu sendiri menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk. Pusat kota menjadi tidak sehat dan kotor dan kota itu dijuluki "Cemetry Orang Eropa, ini juga alasan mengapa kota ini tumbuh lebih banyak di darat.
Pada 1740, pemukim Cina memberontak melawan Belanda. Pemberontakan tersebut dilakukan dengan keras dengan pembantaian ribuan pemukim Cina. Pemukim Cina yang tersisa diasingkan ke Sri Lanka.
Pada 1795, Belanda diserang dan diduduki oleh Prancis, dan pada tanggal 17 Maret 1798, Republik Batavia, sebuah negara satelit Prancis, mengambil alih hutang dan aset VOC. Namun pada tanggal 26 Agustus 1811, sebuah ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh Lord Minto mengalahkan tentara Prancis / Belanda di Jakarta, yang mengarah pada pembebasan singkat dan administrasi Indonesia berikutnya oleh Inggris (dipimpin oleh Sir Stamford Raffles of Singapore ketenaran) pada tahun 1811-1816 . Pada tahun 1815, setelah Kongres Wina, Indonesia secara resmi diserahkan dari Inggris ke pemerintah Belanda.
Pada abad ke-18, lebih dari 60% populasi Batavia terdiri dari budak yang bekerja untuk VOC. Para budak kebanyakan bertunangan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, sementara kondisi pekerjaan dan kehidupan umumnya masuk akal. [Rujukan?] Undang-undang diundangkan bahwa melindungi budak dari tindakan yang terlalu kejam dari tuan mereka; Sebagai contoh, budak Kristen diberi kebebasan setelah kematian tuan mereka, sementara beberapa budak diizinkan untuk memiliki sebuah toko dan menghasilkan uang untuk membeli kebebasan mereka. Terkadang, budak melarikan diri dan mendirikan geng yang akan berkeliaran di seluruh wilayah. Sejak awal pendirian VOC di Batavia, sampai koloni itu menjadi kota yang penuh, penduduk Batavia tumbuh pesat. Pada awalnya, Batavia terdiri dari sekitar 50.000 jiwa dan, pada paruh kedua abad ke-19, Batavia terdiri dari 800.000 jiwa. Menjelang akhir peraturan VOC Batavia, penduduk Batavia telah mencapai satu juta.
Nama Jakarta diadopsi sebagai bentuk pendek dari Jayakarta ketika kota ini diambil alih oleh Jepang pada tahun 1942. Setelah perang dunia kedua, Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan mereka di Koningsplein yang merupakan Lapangan Merdeka sekarang. Perang kemerdekaan Indonesia diikuti setelah Perang Dunia II, dengan ibukota sempat bergeser ke Yogyakarta setelah Belanda menyerang. Perang berlangsung sampai tahun 1949, ketika Belanda menerima kemerdekaan Indonesia dan menyerahkan kembali kota tersebut, yang menjadi ibukota Indonesia lagi.
Sejak merdeka, penduduk Jakarta melejit, berkat migran yang datang ke kota untuk mencari kekayaan (ilusif). Seluruh wilayah Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Bekasi-Depok) (sekarang secara resmi penghitungan sensus terakhir Jabodetabekjur (2010) adalah 28 juta orang, sebuah angka yang diproyeksikan telah mencapai 30 juta sudah. Nama resmi kota ini adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya (DKI Jakarta), yang berarti "Daerah Ibu Kota Khusus".
Langganan:
Komentar (Atom)
5 Gerakan Peregangan Sederhana Selama WFH
1. Peregangan Otot Dada ( Pec Stretch ) Peregangan pec bermanfaat untuk membantu melepaskan otot-otot dada yang tegang terutama otot y...
-
1. Peregangan Otot Dada ( Pec Stretch ) Peregangan pec bermanfaat untuk membantu melepaskan otot-otot dada yang tegang terutama otot y...
-
Anies Baswedan lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969 dari pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah. Kedua orang tuanya adalah pendidik. An...
-
Musyawarah sebagai upaya bersama untuk menyelesaikan permasalahan dan persoalan di dalam masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (...





