Kamis, 20 Februari 2020

TRANSPORTASI JAKARTA "Commuter Line"


Kereta api merupakan salah satu transportasi di Jakarta yang sudah dominan di kalangan masyarakat Jakarta sendiri. Tidak sedikit minat dari penumpang yang ingin menaiki transportasi ini guna untuk pergi kerja, berjalan-jalan atau keperluan lainnya. Kereta api pun menjadi salah satu alat transportasi tercepat di Jakarta. 

Seiring berjalannya waktu, Kereta Api semakin berkembang dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mengingat kembali, pada tahun 2005 sistem dari perkereta apian masih sangat kuno dan kumuh. Untuk dapat naik kereta pada jaman itu adalah kita harus mengantri membeli sebuah tiket di kasir stasiun dan harga tiket kereta ekonominya berkisaran Rp 2000 per tiket. 

Ketika sudah menaiki kereta ekonomi tersebut, kita masih dapat melihat sampah yang berserakan, orang yang meminta-minta (pengemis), orang yang berjualan, dan banyak orang-orang yang tidak mendapatkan tempat duduk pun nekat untuk naik keatas gerbong kereta. Fasilitas kereta ekonomi pada jaman itu masih sangat kurang memadai.


Berbeda dengan sekarang, Kereta Api ekonomi saat ini memiliki fasilitas yang lengkap dan terjamin. Kita tidak lagi harus mengantri membeli tiket kereta, karena sekarang sistem yang digunakan menggunakan pulsa kartu kereta yang sudah disediakan. Kita hanya tinggal menTap pada mesin kartu agar dapat masuk ke dalam stasiun kereta. Selain itu, di kereta pun kita sudah tidak lagi melihat pedagang, pengemis bahkan sampah di dalam kereta tersebut.
Kereta saat ini bahkan menyediakan tempat khusus penderita disabilitas dan ibu hamil agar dapat duduk di dalam kereta tanpa harus berdiri. Namun sayangnya, sikap disiplin dari masyarakat Jakarta terkadang masih menyeleneh. Masih banyak orang yang mengambil tempat duduk disabilitas di dalam kereta tersebut tanpa memikirkan penumpang yang memiliki penderita disabilitas atau bahkan ibu hamil pun tidak diperdulikan.

Terkadang jika sudah dipanggil untuk mengalah dan berdiri agar penumpang yang disabilitas dan ibu hamil dapat duduk di tempatnya, mereka berpura-pura tidur atau bahkan tidak memperdulikannya. Selain kursi disabilitas yang dipermasalahkan, masalah yang lainnya adalah Hak perempuan untuk menjaga harga diri mereka, sebagai contoh adalah salah satu wanita yang naik kereta dan masuk ke gerbong umum karena gerbong khusus wanita sudah sangat padat, namun pada saat dia berada di dalam gerbong umum tersebut, masih banyak pria yang tidak memiliki akal sehat sehingga melakukan tindakan asusila di dalam kereta tersebut, hingga membuat penumpang wanita ini menjadi tidak nyaman dan merasa terhina oleh tindakan tersebut.

Karena banyak sekali orang-orang yang menaiki kereta ekonomi ini untuk berangkat kerja, sehingga kereta tersebut selalu padat disetiap pagi dan sore. Benar sekali, untuk saat ini prinsip dalam menaiki kereta api jurusan kota atau tanah abang pada pagi hari kita harus pandai menyelip atau mendorong kedalam penumpang lain agar dapat masuk kereta, begitupun sebaliknya pada kereta sore arah bogor. “Hidup di Jakarta itu Keras” begitulah perkataan orang-orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5 Gerakan Peregangan Sederhana Selama WFH

1. Peregangan Otot Dada ( Pec Stretch ) Peregangan  pec  bermanfaat untuk membantu melepaskan otot-otot dada yang tegang terutama otot y...