Mereka bekerja dengan mengantar para pelanggan mereka atau penumpang ke tempat tujuan si penumpang tersebut. Hal seperti ini tentunya sudah menjadi kehidupan sehari-hari bagi warga Ibukota kita.
Jakarta - Siapa sih yang tidak tahu tentang Ojek dan Ojol ? Pasti kalian sudah sangat familiar dengan kata tersebut. Ojek dan Ojol merupakan para pekerja supir umum dengan menggunakan sepeda motor yang mereka miliki. Sepeda motor yang digunakan tentunya bervariasi, mulai dari sepeda motor metic, motor gigi, dan bahkan motor gede (Moge) bisa digunakan. Mereka bekerja dengan mengantar para pelanggan mereka atau penumpang ke tempat tujuan si penumpang tersebut. Hal seperti ini tentunya sudah menjadi kehidupan sehari-hari bagi warga Ibukota kita.
Namun, Ojek dan Ojol mempunyai perbedaan dan keunikan mereka masing masing loh guys.
Jika dilihat dari cara mereka berpakaian, pasti warga di Ibukota juga sangat paham dan dapat dengan cepat membedakan mana yang Ojek biasa dan Ojol. Perbedaan ini sangat mencolok sekali, jika kita lihat Ojek biasa tentunya menggunakan pakaian bebas untuk keseharian mereka dalam menarik tumpangan, namun berbeda dengan Ojol. Ojol diharuskan menggunakan atribut saat menarik tumpangan, atribut tersebut berupa jaket yang sudah disediakan dan juga helm.
Karena di Jakarta sudah banyak sekali perusahaan ojol yang berkembang, maka setiap perusahaan tersebut tentunya memiliki atribut sendiri, guna untuk membedakan dengan perusahaan lain. Ojol di Jakarta ada Grab, Gojek, Uber, dll. Namun yang masih aktif untuk saat ini adalah Grab dan Gojek.
Grab dan Gojek ini tentunya berbeda dengan Ojek biasanya, jika Ojek biasa menarik penumpang dengan cara mangkal di suatu tempat seperti pasar, sekolah, stasiun dan lainnya. Lalu mereka menawarkan kepada orang-orang yang berlalu lalang, seperti “Bu Ojeknya” atau “Neng ojeknya neng” seperti itu.
Berbeda dengan Ojol seperti Grab dan Gojek. Mereka bernaungan di Perusahaan mereka, sehingga cara menarik penumpangpun turut berbeda. Mereka menarik penumpang dengan menggunakan aplikasi yang sudah disiapkan. Bagi para penumpang yang ingin memesan atau menaiki Ojol tersebut, mereka harus menginstal aplikasi Grab atau Gojek. Jika sudah terinstal, maka mereka dapat langsung memesan drive tersebut dengan tempat tujuan yang mereka tuju, tidak lupa untuk menambahkan nomor telephone sebagai klarifikasi pada akun Grab atau Gojek.
Tentunya perbedaan harga dari keduanya cukup berbeda. Jika Ojek terkadang menentukan harga mereka sendiri kepada penumpangnya, berbeda dengan Ojol yang ditentukan oleh perusahaan.
Namun, banyak diantara para Ojek mengeluh karna sepinya penumpang saat mereka mangkal dan penumpang lebih tertarik untuk menaiki Ojol. Perbedaan ini terkadang menimbulkan perselisihan antara Ojek dan Ojol tersebut, sudah banyak sekali kasus tentang perselisihan antara Ojek dan Ojol.
Maka dari itu, terkadang terdapat pembatasan wilayah yang dibuat oleh Ojek pada Ojol jika ingin menarik penumpang.
Kalian pasti tahu kan, bahwa tidak sedikit warga Jakarta menaiki transportasi umum untuk bekerja, kuliah, sekolah dan lainnya. Maka dari itu semua, Ojol dan Ojek termasuk kedalam kehidupan sehari-hari mereka.
Untuk Ojek dan Ojol jangan ada yang berantem lagi ya, kalian semua itu Hebat! Dan memiliki cara tersendiri untuk bertahan hidup. Jadi Semangat!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar