Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat.
Jakarta - Transjakarta adalah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini didesain berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolambia.
Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia ( 230,9 km), serta memiliki 243 stasiun BRT ( sebelumnya disebut halte) yang tersebar dalam 13 koridor (jalur), yang awalnya beroperasi dari 05.00 – 22.00 WIB, dan kini beroperasi 24 jam di sebagian koridornya.
Ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit di Jakarta muncul sekitar tahun 2001. Kemudian ide ini ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Konsep awal dibuat oleh PT Pamintori Cipta, sebuah konsultan transportasi yang sudah sering bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain pihak swasta, terdapat beberapa pihak lain yang juga mendukung keberhasilan dari proyek ini, di antaranya adalah badan bantuan Amerika ( USAID ) dan The University of Indonesia’s Center for Transportation Studies (IU-CTS).
Penggunanaan transportasi Transjakarta ini sama seperti Comuterline Jakarta, mereka mengunakan sistem tap kartu yang terdapat pulsa saat ingin menaikinya. Transjakarta memiliki titik-titik pemberhentian sesuai dengan tujuannya. Transjakarta pun memiliki jalur tersendiri di jalan raya Jakarta guna menghindari kemacetan yang sering terjadi di Jakarta.
Biaya atau harga yang dikeluarkan untuk naik Transjakarta sebesar Rp 3.000 untuk tujuannya. Transportasi Transjakarta ini sangat diminati untuk warga Jakarta yang tidak menggunakan KRL atau pengganti KRL.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar