Rabu, 25 Maret 2020

PASAR TRADISIONAL

Pasar Tradisional merupakan pasar di mana kegiatan penjual dan pembelinya dilakukan secara langsung dalam bentuk eceran dalam waktu sementara atau tetap dengan tingkat pelayanan terbatas.

Pasar Tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, pakaian, alat masak, dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia Pada umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah Pasar Beringharjo di Yogyakarta, Pasar Klewedi Solo, Pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh Indonesia.

Pasar Tradisional adalah tempat dimana para warga Jakarta berbelanja untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, dengan harga yang lebih bersahabat dibandingkan dengan pasar Modern.
Tanpa adanya pasar tradisional, maka Jakarta tidak akan lengkap dengan kebudayaan dan tradisi ini yang sudah lama didirikan.
Maka dari itu, banyak yang mengatakan bahwa orang Jakarta sangat pintar bernegosiasi karena adanya interaksi antara penjual dan pembeli.


Kelebihan pasar tradisional:
  • Terjadinya transaksi tawar menawar antara pedagang dan Pembeli
  • Terjadinya transaksi secara langsung dengan pedagang
  • Makanan dan minuman yang dijual biasanya tidak mengandung bahan pengawet.
Kekurangan pasar tradisional
  • Biasanya tempatnya kotor dan becek
  • Pengemasan barangnya kurang baik
  • Beberapa makanan dan barang - barangnya berkuaitas kurang baik
  • Barang - barang yang tersedia kurang lengkap



PESAWAT "GARUDA INDONESIA"


Penerbang-penerbang Garuda tidak hanya dituntut berperan secara profesional dalam tugasnya menerbangkan pesawat komresiil, tetapi juga merupakan kekuatan cadangan udara yang mendukung potensi kekuatan udara negara Republik Indonesia.


Pada tahun-tahun awal maskapai ini beroperasi, pesawat Garuda diterbangkan oleh pilot-pilot KLM karen apada waktu itu belum ada tenaga pilot dan teknisi bangsa Indonesia. Mulai tahun 1951, Garuda Indonesian Airways merekrut calon penerbang anak bangsa untuk mengikuti pendidikan penerbang. Tepatnya pada tanggal 15 Januari 1951 Kementerian Perhubungan Bagian Penerbangan Sipil dengan pengumuman No. 492.017/3.27.51 mengajak para pemuda untuk dididik menjadi penerbang sipil. Setelah melewati seleksi, para calon penerbang diberangkatkan ke sekolah penerbang pertama di Tanah Air yang bernama Akademi Penerbangan Indonesia (API) yang berlokasi di Curug, Banten.
Pada tahun 1960, terjadi pergolakan Trikora untuk merebut kembali Irian Barat. Pada bulan Desember 1960 dikirim satu kontingen Garuda untuk mengambil-alih perusahaan penerbangan Belanda di Irian Barat yang bernama Kroonduif. Kontingen Garuda ini dipimpin oleh Capt. R.M. Syafei Djajakusuma. Dalam persiapan penyerangan ke Irian Barat beberapa pesawat Garuda beserta awak pesawatnya diperbantukan kepada AURI. Salah satu pesawat Garuda, CONVAIR 240/340 menjadi pesawat komando yang dipakai oleh Komandan Operasi Mandala.

Selain untuk merebut kembali Irian Barat, para penerbagn Garuda terlibat aktif dalam peristiwa-peristiwa bersejarah dalam tahun-tahun berikutnya. Menurut keputusan pemerintah, penerbang Garuda diperbantukan kepada AURI dalam rangka menumpas pemberontakan PRRI/Permesta. Penerbang-penerbang tersebut menjadi perwira-perwira dari WING 011 AURI. Perjuangan para penerbang Garuda terus berlanjut di antaranya dalam memperjuangkan Integrasi Timor Timur.
Sejarah telah mencatat bahwa partisipasi penerbang-penerbang Garuda sebagai kekuatan udara Republik Indonesia telah dijalani dengan gemilang, ketika negara menghadapi keadaan bahaya berturut-turut. Penerbang-penerbang Garuda tidak hanya dituntut berperan secara profesional dalam tugasnya menerbangkan pesawat komresiil, tetapi juga merupakan kekuatan cadangan udara yang mendukung potensi kekuatan udara negara Republik Indonesia. Oleh karena perasnan stategis, baik untuk kepentingan pembangunan maupun bidang Hankam, maka berdasarkan Undang-Undang RI No. 20 tahun 1982 dan sesuai dengan Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Nomor: Kep/27/IV/1986, Garuda Indonesia merupakan kekuatan cadangan udara nasional dibawah pembinaan TNI AU.
Pesawat Garuda Indonesia tentunya sudah menjadi salah satu transportasi bagi warga Jakarta. Bagi warga Jakarta yang hendak akan pergi ke luar kota atau ke luar negeri tentunya menaiki pesawat yang tersedia di wilayah Indonesia, salah satunya pesawat Garuda ini. Sudah menjadi salah satu kehidupan sehari-hari bagi warga Jakarta sebagai transportasi.

BLUE BIRD

Blue bird merupakan salah satu transportasi yang digunakan oleh warga Jakarta sebagai alat transportasi untuk kebutuhan sehari-harinya. Blue Bird termasuk urban life bagi warga Jakarta.


Dari taksi, kontainer dan alat berat, hingga logistik, Blue Bird Group adalah kelompok usaha yang siap melayani segala kebutuhan Anda. Bagi banyak warga Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia, Blue Bird Group bukan hanya sekadar perusahaan taksi tapi menjadi bagian dari gaya hidup. Jika New York terkenal dengan yellow taxi dan London dengan black cab, maka Jakarta dengan Blue Bird: armada taksi biru yang selalu menghiasi jalan-jalan Ibukota yang sibuk setiap waktu.

Dengan terus melayani jutaan penumpang setiap bulannya, Blue Bird Group telah memperluas jenis layanannya, mulai dari regular taxis (Blue Bird & Pusaka) sampai dengan executive taxi (Silver Bird), limousine & car rental (Golden Bird), charter bus (Big Bird), Logistic (Iron Bird Logistic), Industry (Restu Ibu Pusaka-Bus Body Manufacturing & Pusaka Niaga Indonesia), Property (Holiday Resort Lombok & Pusaka Bumi Mutiara), IT & Supporting Services (Hermis Consulting-IT SAP, Pusaka Integrasi Mandiri-EDC, Pusaka GPS, Pusaka Buana Utama-Petrol Station, Pusaka Bersatu-Lubricant, Pusaka Sukucadang Indonesia-Spare Part) dan Heavy Equipment (Pusaka Andalan Perkasa & Pusaka Bumi Transportasi).



Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan dalam setiap bisnis yang kami jalani. Misalnya, strategi penempatan armada serta kemudahan mendapatkannya, telah membuat salah satu anak perusahan kami, PT Blue Bird Tbk meraih predikat sebagai mitra transportasi yang handal dan terpercaya.
Kini layanan Blue Bird Group dapat dinikmati termasuk Jakarta dan sekitarnya, Surabaya, Bandung, Bali, Lombok, Semarang, Medan, Pekanbaru, Palembang, Bangka Belitung, Batam, Banten, Manado, Makasar, Yogyakarta. Juga di jantung pusat bisnis dan tujuan wisata di seluruh negeri.



sumber : Web Blue Bird Official

Sabtu, 21 Maret 2020

ANGKUTAN UMUM JAKARTA

Angkutan Umum di Jakarta sudah mendominan dan menjadi kehidupan sehari-hari bagi warga Ibukota.


 Angkutan Umum tersebut terdiri dari Angkot, Kopaja, dan Bajai. Ketiganya merupakan angkutan umum yang sering digunakan bagi mereka yang ingin ke suatu tempat yang jauh dari jalan raya besar. Ketiganya tentunya memiliki titik-titik pemberhentian dan pemangkalan. Mereka hanya menggunakan satu atau dua arah tujuan yang telah ditetapkan.





Angkutan umum ini bisa mengantarmu ke tempat yang kalian tuju seperti pasar, stasiun, sekolah, dan tempat terkenal lainnya. Kalian pun harus mengenal arah atau jalan yang akan kalian lewati, jika kalian ingin menaiki angkutan umum pastikan bahwa angkutan umum tersebut melewati tempat tersebut atau berhenti di tempat yang kalian tuju. Jika tidak tahu arah, tidak ada salahnya jika kalian bertanya kepada supir tentang tempat yang kalian tuju.

“Pak nanti lewat stasiun lenteng nggak ?”
Angkutan umum di Jakarta memiliki varian warna di setiap tempat, ada yang berwarna biru tua, biru muda, merah, cokelat, abu-abu, hijau, dan masih banyak lagi.

Kalian tentunya akan langsung sampai ke tempat tujuan hanya dengan duduk di mobil angkutan tersebut, untuk harga biasanya sekitar Rp 3.000 – Rp 5.000 saja
Ini sudah menjadi tradisi untuk warga Ibukota Jakarta mengenai angkutan umum.

Angkutan umumpun sudah ada sejak zaman penjajahan, namun pada saat itu menggunakan kuda atau delman sebagai alat transportasinya.

OJOL VS OJEK


Mereka bekerja dengan mengantar para pelanggan mereka atau penumpang ke tempat tujuan si penumpang tersebut. Hal seperti ini tentunya sudah menjadi kehidupan sehari-hari bagi warga Ibukota kita.


Jakarta - Siapa sih yang tidak tahu tentang Ojek dan Ojol ? Pasti kalian sudah sangat familiar dengan kata tersebut. Ojek dan Ojol merupakan para pekerja supir umum dengan menggunakan sepeda motor yang mereka miliki. Sepeda motor yang digunakan tentunya bervariasi, mulai dari sepeda motor metic, motor gigi, dan bahkan motor gede (Moge) bisa digunakan. Mereka bekerja dengan mengantar para pelanggan mereka atau penumpang ke tempat tujuan si penumpang tersebut. Hal seperti ini tentunya sudah menjadi kehidupan sehari-hari bagi warga Ibukota kita.

Namun, Ojek dan Ojol mempunyai perbedaan dan keunikan mereka masing masing loh guys. 
Jika dilihat dari cara mereka berpakaian, pasti warga di Ibukota juga sangat paham dan dapat dengan cepat membedakan mana yang Ojek biasa dan Ojol. Perbedaan ini sangat mencolok sekali, jika kita lihat Ojek biasa tentunya menggunakan pakaian bebas untuk keseharian mereka dalam menarik tumpangan, namun berbeda dengan Ojol. Ojol diharuskan menggunakan atribut saat menarik tumpangan, atribut tersebut berupa jaket yang sudah disediakan dan juga helm.

Karena di Jakarta sudah banyak sekali perusahaan ojol yang berkembang, maka setiap perusahaan tersebut tentunya memiliki atribut sendiri, guna untuk membedakan dengan perusahaan lain. Ojol di Jakarta ada Grab, Gojek, Uber, dll. Namun yang masih aktif untuk saat ini adalah Grab dan Gojek. 

Grab dan Gojek ini tentunya berbeda dengan Ojek biasanya, jika Ojek biasa menarik penumpang dengan cara mangkal di suatu tempat seperti pasar, sekolah, stasiun dan lainnya. Lalu mereka menawarkan kepada orang-orang yang berlalu lalang, seperti “Bu Ojeknya” atau “Neng ojeknya neng” seperti itu. 


Berbeda dengan Ojol seperti Grab dan Gojek. Mereka bernaungan di Perusahaan mereka, sehingga cara menarik penumpangpun turut berbeda. Mereka menarik penumpang dengan menggunakan aplikasi yang sudah disiapkan. Bagi para penumpang yang ingin memesan atau menaiki Ojol tersebut, mereka harus menginstal aplikasi Grab atau Gojek. Jika sudah terinstal, maka mereka dapat langsung memesan drive tersebut dengan tempat tujuan yang mereka tuju, tidak lupa untuk menambahkan nomor telephone sebagai klarifikasi pada akun Grab atau Gojek.

Tentunya perbedaan harga dari keduanya cukup berbeda. Jika Ojek terkadang menentukan harga mereka sendiri kepada penumpangnya, berbeda dengan Ojol yang ditentukan oleh perusahaan.

Namun, banyak diantara para Ojek mengeluh karna sepinya penumpang saat mereka mangkal dan penumpang lebih tertarik untuk menaiki Ojol. Perbedaan ini terkadang menimbulkan perselisihan antara Ojek dan Ojol tersebut, sudah banyak sekali kasus tentang perselisihan antara Ojek dan Ojol.

Maka dari itu, terkadang terdapat pembatasan wilayah yang dibuat oleh Ojek pada Ojol jika ingin menarik penumpang.

Kalian pasti tahu kan, bahwa tidak sedikit warga Jakarta menaiki transportasi umum untuk bekerja, kuliah, sekolah dan lainnya. Maka dari itu semua, Ojol dan Ojek termasuk kedalam kehidupan sehari-hari mereka. 

Untuk Ojek dan Ojol jangan ada yang berantem lagi ya, kalian semua itu Hebat! Dan memiliki cara tersendiri untuk bertahan hidup. Jadi Semangat!!







TRANSJAKARTA



Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat.

Jakarta - Transjakarta adalah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini didesain berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolambia.

Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia ( 230,9 km), serta memiliki 243 stasiun BRT ( sebelumnya disebut halte) yang tersebar dalam 13 koridor (jalur), yang awalnya beroperasi dari 05.00 – 22.00 WIB, dan kini beroperasi 24 jam di sebagian koridornya.

Ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit di Jakarta muncul sekitar tahun 2001. Kemudian ide ini ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Konsep awal dibuat oleh PT Pamintori Cipta, sebuah konsultan transportasi yang sudah sering bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain pihak swasta, terdapat beberapa pihak lain yang juga mendukung keberhasilan dari proyek ini, di antaranya adalah badan bantuan Amerika ( USAID ) dan The University of Indonesia’s Center for Transportation Studies (IU-CTS).

Penggunanaan transportasi Transjakarta ini sama seperti Comuterline Jakarta, mereka mengunakan sistem tap kartu yang terdapat pulsa saat ingin menaikinya. Transjakarta memiliki titik-titik pemberhentian sesuai dengan tujuannya. Transjakarta pun memiliki jalur tersendiri di jalan raya Jakarta guna menghindari kemacetan yang sering terjadi di Jakarta.
Biaya atau harga yang dikeluarkan untuk naik Transjakarta sebesar Rp 3.000 untuk tujuannya. Transportasi Transjakarta ini sangat diminati untuk warga Jakarta yang tidak menggunakan KRL atau pengganti KRL.




Kamis, 19 Maret 2020

WISATA RAGUNAN JAKARTA


Salah satu tempat berwisata berkebun binatang di wilayah Jakarta adalah Taman margasatwa Ragunan. Dengan biaya yang sangat murah, kalian dapat dengan mudah melihat berbagai macam binatang yang dilestarikan.


Yuk kita lihat sejarah singkatnya...
Sudah tidak asing lagi untuk masyarakat Jakarta mengenaik wisata kebun bintang Margasatwa Ragunan. Margasatwa ragunan ini adalah tempat dimana binatang-binatang yang hampir punah atau dilestarikan di rawat dan dijaga dengan baik. Taman Margasatwa didirikan pada tanggal 19 september tahun 1864 di Batavia ( Jakarta) dengan nama “Planten en Dierentuin” dan pertama kali di kelola oleh perhimpunan penyayang flora dan fauna batavia ( Culture Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia ).

Taman ini berdiri di atas lahan seluas 10 ha di Jalan Cikini Raya No.73, yang dihibahkan oleh Raden Saleh. Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1949 namanya diubah menjadi Kebun Binatang Cikini. Selanjutnya dengan perkembangan Jakarta, Cikini menjadi tidak cocok lagi sebagai lokasi Kebun Binatang sehingga pada tahun 1964, pemerintahan DKI Jakarta pada masa Gubernur DCI ( Daerah Chusus Ibukota ) Jakarta Dr. Soemarno dibentuk Badan Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Kebun Binatang untuk memindahkan Kebun Binatang Cikini ke Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan yang diketuai Drh. T. H. E. W. Umboh, dengan menghibahkan lahan seluas 30ha. Kepindahan Kebun Biantang Cikini ke Ragunan membawa lebih dari 450 ekor satwa yang merupakan koleksi terakhir dari Kebun Binatang Cikini.

Kebun Binatang Ragunan dibuka secara resmi pada tanggal 22 Juni 1966 oleh Gubernur DCI Jakarta, Mayor Jendral Ali Sadikin dengan nama Taman Margasatwa Ragunan.
Pada tahun 1974 Taman Margasatwa Ragunan dipimpin oleh Benjamin Galstaun sebagai direktur pertama waktu itu. Pada tahun 1982 berubah menjadi Kebun Binatang Ragunan kembali. Kemudian pada tahun 1983 berubah namanya menjadi Badan Pengelola Kebun Binatang Ragunan. Pada tahun 2001 berubah menjadi Kantor Taman Margasatwa Ragunan dan pada tahun 2009 berubah lagi menjadi UPT ( Unit Pelayanan Teknis ) Taman Margasatwa Ragunan. Dan terakhir pada tahun 2010 TMR menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD ( Badan Layanan Umum Daerah ) Taman Margasatwa Ragunan.

Fungsi Taman Margasatwa Ragunan :
1. Konservasi
Fauna yang ada di Taman Margasatwa Ragunan terdiri dari kelas mamalia 82 jenis, kelas aves 118 jenis, kelas reptil 37 jenis, dan kelas pisces 15 jenis. Sedangkan untuk Flora yang ada di Taman Margasatwa Ragunan ini terdiri dari 171 jenis tumbuhan langka dari seluruh tanah air.

2. Edukasi
Pendidikan konservasi merupakan salah satu cara memberikan wawasan kepada generasi penerus agar mempunyai kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan yang mencakup flora dan fauna.

3. Penelitian
Sebagai salah satu kebun Binatang terbesar di Indonesia, Taman Margasatwa Ragunan juga menjadi salah satu pusat penelitian satwa-satwa langka yang ada di Indonesia.

4. Rekreasi Alam
Taman Margasatwa Ragunan merupakan tempat wisata yang bernuansa alam menjadi salah satu saya tarik tersendiri karena selain udara yang masih bersih dengan rimbunanya pepohonan yang ada, juga terdapat menikmati keelokan satwa yang sangat eksotis.

SAMPAH JAKARTA


Sampah di Jakarta setiap harinya harus bertambah sebanyak 7.700 ton. Jumlah ini sangat membuat masyarakat khawatir.

Pasti kalian sudah sangat paham akan adanya sampah di Ibukota kita ini. Benar sekali, sampah Ibukota ini semakin hari semakin menumpuk, mulai dari sampah organik hingga sampah non-organik. Bayangkan saja, jika setiap harinya sampah yang dihasilkan mencapai 7.700 ton di Jakarta. Semua bermuara ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bentargebang di kota Bekasi. 
Sampah yang dihasilkan dari Jakarta berbeda dengan sampah dari daaerah lainnya. Sampah organik berada di angka 55-60 persen. Sampah pun dalam keadaan tercampur organik dan non-organik tidak ada pemilahan pada saat petugas mengambilnya. 
Jumlah sampah ini sangat berbahaya jika TPST tidak dapat lagi menampung sampah-sampah yang datang setiap harinya dengan jumlah yang tidak sedikit. 

“7.800 ton yang masuk Bentargebang. Kalau tambah 10 persen yang terkelola dengan bauk di sumber seperti dipilah atau di bank sampah, maka total timbulan sampah lebih kurang 8.000 ton,” kata Kepala Unit Tempat Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup  (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, saat berbincang dengan merdeka.com akhir pekan lalu di kantornya.
Pada tahun 2013, sampah Jakarta masuk ke Bentargebang berjumlah 5.600 ton per hari. Lalu semakin meningkat hingga menjadi 5.664 ton per hari di tahun 2014. Di tahun 2015 sebanyak 2.400 ton per hari, 2016 sebanyak 6.500 ton per hari, dan 2017 sebanyak 6.875 ton. Jumlah sampah ini semakin menaik pada setiap tahunnya hingga pada pertengahan tahun 2019 sampah berjumlah 6.700 ton perharinya.
Masyarakat di Jakarta masih belum paham secara baik mengenai manfaat pilah sampah sebelum membuangnya. Sampah yang memiliki nilai ekonomis seperti plastik atau wadah makanan justru digabungkan dengan sampah rumah tangga. Sehingga membuat nilai jual sampah plastik tersebut menjadi hillang. 

Keberadaan bank sampah di masyarakat pun masih sangat minim. Tugas bank sampah adalah membantu memilah sampah organik dan non-organik setiap harinya. Semakin minim pemilahan sampah dilakukan maka sampah yang berada di Bentargebang semakin bertambah.
Perda Nomor 3 tahun 2013 tentang Pengelolahan Sampah. Semua pemilik kawasan mandiri wajib mengolah sampahnya sendiri. Fakta saat ini, kawasan mandiri baru sebatas mengangkut sampah bekerja sama dengan pihak swasta. Pembuangan pun tetap akan berakhir di Bantergebang.
Sampah yang setiap harinya bertambah membuat kawasan Bantergebang semakin menyempit. Hampir tidak ada titik untuk menampung sampah warga Jakarta. Kapasitas awal 40 juta ton sampah terus menyusut. Hingga tersisa 10 juta ton.
“Kami sudah mulai sounding kapasitas maksimum Bentargebang itu dari 2 tahun lalu. Bahwa kapasitas maksimun Bantergebang itu tingga di 2021. Kapasitas maksimumnya adalah 40 juta ton, sekarang sudah hampir 30 juta ton dan sisanya adalah 10 juta ton lagi,” tegas dia

Sembari itu, Pemrov DKI terus mencari solusi mengenai kondisi Bantergadeng. Namun, dibalik solusi dari Pemrov masyarakat Jakarta pun harus dapat berbuat bijak mengenai sampah di Jakarta dengan cara kurangi pemakaian plastik dengan menggunakan bag kecil untuk berbelanja atau hal lainnya.

5 Gerakan Peregangan Sederhana Selama WFH

1. Peregangan Otot Dada ( Pec Stretch ) Peregangan  pec  bermanfaat untuk membantu melepaskan otot-otot dada yang tegang terutama otot y...